#Curhatsedikit


Teruntuk tuan bermata indah


entah ini untuk kesekian kalinya menulis hal-hal mewangi kasih begini, tapi biarkan saya bercerita dan yang ini berbeda jangan disamakan.
Setiap pagi saya merasa harus ada yang selalu di syukuri entah itu segelas kopi yang getirnya pas atau hal-hal kecil seperti mengingat ternyata di pagi ini masih ada seseorang yang ingin memberikan waktunya kepada kita. Hmm waktu, ketika seseorang memberikan waktunya untukmu berarti dia sudah memasrahkan bahwa pada suatu hari nanti akan ada moment ketika seisi kepalanya hanya untuk mengingatmu, sang perebut waktu.
Bicara tentang seseorang dan pagi hari, saya sedang berbunga-bunga belakangan ini, bunga-bunga itu memang tumbuh di rongga dada, dan wanginya tak tertahankan saat di pagi hari sampai memenuhi ruang kamar, tapi saya harus berusaha bisa mengkurasi setiap wewangian dari bunga-bunga tersebut, saya hanya tidak ingin terlalu sesak juga nantinya.
Bukan berarti saya khawatir, tidak sama sekali ataupun ragu. Saya hanya tidak membiarkan diri saya terlalu mabuk, karena saya lebih suka melihat dirimu yang mabuk. Curang? biarin. Asal kita tidak mencurangi perasaan. 
Dan pada siang hari, ada lagi yang mesti di syukuri ternyata semangat matahari tak pernah sedikitpun berkurang, sama seperti perasaan ini semakin hari semakin bertambah dan selalu ada tidak terikat waktu, seperti langit yang tidak pernah pergi kemana-mana saya harap perasaan mu dan perasaan saya yang mewangi kasih ini tidak akan pergi kemana-mana selalu lekat pada yang memilikinya lalu selalu kembali lagi kepada tempatnya berpulang pada senja hari yang sering kali membuat kita terdiam dengan nyaman dan berakhir pada genggaman erat yang membuat setiap harinya semakin rindu. dan rindu itu terus saya syukuri di setiap paginya. pagi yang terus berjalan kedepan.




Komentar

Postingan Populer