Bagaimana iklan-iklan kosmetik TV-TV Indonesia didominasi penghapusan atas cantik yang hitam, cantik yang keriting, yang merupakan penanda bagi etnis tertentu. Ras kulit hitam, seperti Papua, memiliki khasanah kecantikannya sendiri, yang hitam, yang keriting, yang indah. Tetapi ketiganya tidak masuk dalam definisi agung atas cantik. Yang ditakutkan adalah, bahwasanya anak-anak perempuan di Papua mengonsumsi terlalu banyak pemutih yang dapat membahayakan kesehatan kulitnya. Demikian rasisme, tidak hanya seksisme, tumbuh subur dalam display-display iklan kosmetik tanpa disadari. Anak-anak perempuan berangkat tidur, seperti tidurnya seorang putri, seorang peri, dengan rambut lurus panjang, kulit putih, baju menjuntai, handphone mahal di tangan, hidung mancung, bau harum, badan kurus. Demikian fantasi-fantasi bohong telah beredar dalam mimpi-mimpi anak-anak perempuan. Dan semuanya adalah tentang industrialisasi ilusi.
- Dewi Candraningrum (Industrialisasi dan seksualisasi perempuan dalam media)
Komentar
Posting Komentar