Nokturnal
Ia sungguh suka kelenggangannya
Ia tak pernah menjadi seterang ini
Ketika hening sebening hitam
Tak terlalu banyak alasan
Jam 2 malam telah membuatnya
melotot seada-adanya
Berbilang, bergamat, bertaruh,
menjari di atas not-not kasar.
Membuatnya terselap
tercecer entah kemana
Takberharap siuman
Matanya, sedang ramai-ramainya
Sampai adzan subuh datang
Ayat-ayat sumbang terdengar
Menyadarkannya yang dari tadi hilang
Sejenak sadar
Berada di atas kursi kamarnya
Pergi menarik selimut
Memulai doanya, lalu
Mengantarkannya pada kententraman
Untung, aku bukan orang kantoran.
SC
Komentar
Posting Komentar