Doa
Ia berdoa tiap kali gugup mencuri kepalanya
Komat kamit mulutnya mengharap takkencing di celana
Atau berkeringat dan membuatnya berkaki bau
Hingga seorang gembel di ujung jalan mampu menghendusnya
Ia berdoa tiap Senin pagi, kala ia terus menerka-nerka
Selasa hingga Jumat takkan jadi hari baik baginya
Sebab telah terkunci kepalanya
Takada yang lebih bahaya dibanding terjerumus pada sebuah pengulangan
Ia terus berdoa, dan menerka - menerka
Ia telah kehabisan kata dalam doanya
Ia mampus sendiri dalam komat - kamitnya
Ia kehabisan makna dari doanya
Ia lupa bahwa doanya telah menjerumuskannya
SC
Komentar
Posting Komentar