Sesak
Saya ini sendirian,teman saya hanya pria pemurung itu.
Dengan malam dan bulan-bulannya.
Dia paling mengerti saya , mengerti luar dalam diri saya .
Walau terkadang dia menebar kemurungannya kepada saya,tapi saya tidak takut murung bersama dia.
Karena dia juga yang mengembalikan Wangi batang anggur yang ia hirup sendiri.
Saya telah meminum ramuanya pada siang yang sejuk,maka terkutuklah saya jika pergi mengasingkanya.
Dan dia telah meminum cawan darah yang saya karau dengan lara,maka terkutuk pula ia jika melarikan diri.
Maka kami yang berjauhan ini Sesungguhnya berdekatan,didalam mata yang gelap dan malam yang murung.
Dan usaha-usaha selama ini bukan hasil kenihilisan belaka.
Karna kami telah sampai Sesak.
Komentar
Posting Komentar