ˈTempəˌrerē

Aku hanya ingin merokok dengan santai
Takut jangan sampai mampir
Kengerian adalah dosa manis
Rokok ku akan jadi nikmat
Bersama wangi rambutmu
Dan dagingmu adalah kesementaraan yang mustahak
Yang beredak di tanah hangat, suatu waktu nanti

Tidak ada ketakutan dalam temporernya waktu
Risau: waktu membuatmu tertipu oleh sebuah kebahagiaan
Kebahagiaan yang kamu anggap adiluhung
Tak lebih dari tipu daya

Aku hanya ingin merokok dengan santai
Tak memikirkan perihal fana dan baka
Hanya dengar dongengmu
Tentang raja-raja dan keturunannya
Pada sebuah ranjang hangat
Yang tak ada Tuhan diantaranya
Sampai rokok ku mati
dan nyala redup pada bara

Jika kefanaan adalah pengelanaan menemukanMu
Tubuh akan sadar
Apa yang digenggam akan terlepas
Yang manis akan segera hambar
Yang nyala akan segera redup
Dan apa-apa yang hilang akankah pulang?
Tapi kamu, sungguh kamu menumbuhkan syukur
Sebab tempat ketenangan berpulang tak jauh dari jejak-jejak bibir di tubuhmu.

2017

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer