Pada sebuah Halaman
Pada sebuah hujan di setengah malam. Aku menghampirimu di sebuah halaman basah dengan debar hati yang berakar. Rumput-rumputnya menggigilkan telapak. Saat melihatmu sedang hikmat meletakan tanganmu di dalam kapel tua yang muram. Yang tidak mungkin aku menaruh janji di dalamnya. Yang menjadi tumpuanmu sejak lalu. Yang memiliki nilai-nilai yang tidak kugenggam. Namun pada suatu malam yang lain juga, aku melihatmu tidur diranjang manisku. Dengan muka bayimu, yang seperti tidak mengenal dosa seujung kukupun. Kamu seperti sendu, sendu yang dinikmati. Berbulir-bulir kebahagiaan. Bahagia yang tak ada ujungnya. Lalu aku masih tetap membeku pada rumput liar yang tetap menggigil di depan kapel tuamu. Lututku mencibir, sampai kapan aku akan membeku di sebuah halaman basah. Namun pada suatu malam yang lain, kau membuatku berceria lagi dengan sebuah persetubuhan singkat. Yang sebenarnya begitu semu.
Komentar
Posting Komentar