nona dan tuan yang mabuk
Ada nona bodoh di ujung jalan
Merokok sendiri sambil digoda angin malam
Nona berubah
Semua mulut menyebutnya jalang
Meludahinya
Seakan satir hidupnya tak cukup pahit meracuni kerongkongannya sendiri
Ada tuan terlalu mencinta di persimpangan jalan
Merokok sendiri sambil tertawa melihat asap dari kerongkongannya
Semua mulut menyebutnya durjana
Karena tuan terlalu mencinta dan kecewa
Seakan satir hidupnya tak cukup menjadi angkara di pelipis jantungnya
Hai nona dan tuan
Semesta mendoakan kalian bersama
Hai nona dan tuan
Sudah lupakah kalian doa yang kalian panjatkan berdua
Hai nona dan tuan
Dusta terlalu memabukan kalian
Hai nona dan tuan
Sudah tidak tersisa waktu bersuka
Hai nona dan tuan
Jika ini pilihan kalian maka pergilah
Hai nona dan tuan
Kalian memang tidak ditakdirkan seperti gele dan abunya
Hai nona dan tuan
Ada sisa sedikit doa untuk kalian
Hai nona dan tuan
Semoga suatu saat berjumpa lagi

Komentar
Posting Komentar