Perkara rindu yang busuk
wednesday
ada yang menghantuiku,belum lama ini jarak mulai mengebiriku,membuatku mati rasa akan perasaan lain dan membiarkan rindu membakar sekeliling kepalaku dengan api yang diciptakan oleh kehak-milikan yang terlalu paradok.
memupuk rindu itu sesak,walaupun subur tinggi tumbuh melingkar-lingkar seperti akar mawar,tapi ingat rindu itu menyakitkan seperti akar mawar lagi berduri yang seolah-olah menjadi kalung pada kerongkonganmu yang terus mengeluhkan rindu rindu rindu.
tidakah magis rindu ini tuan?harumnya seperti dupa yang diramu dalam pemandian dewa-dewa,terasa dari kejauhan seolah tak ada jarak antara langit dan bumi.
tapi siapa yang bisa melarang kakimu melangkah,karena setiap jejak dari tapakmu menyuburkan sekelilingmu,dari setiap jarak yang semakin jauh kau tempuh membumbungkan mimpimu,lalu siapa yang berhak melarangmu tuan?tidakah rindu hanya segelintir emosi,yang tak berdaya,yang tak punya kekuatan sihir yang bisa membuat kaki tuan berhenti sejenak untuk semakin jauh dan membakar rumput-rumput didadaku yang semakin gundul.
jadi ku cari ramuan mujarab penawar rinduku sendiri,dengan mengingat hangat kaki-kaki mu yang menyentuh kakiku saat kita berbaring diatas nirwana yang tak sempat kau beri nama,atau sekedar hirupan nafasmu yang menyentuh sela-sela ujung rambutku,rasanya terobati walau hanya sedetik dua detik tapi api padam sejenak ketika wajahmu dan matamu tiba-tiba tergambar dalam benak.
namun bola matamu membuatku gelisah,karena ada sesak disana,mungkin ada rindu juga yang tumbuh disana.namun entah untuk siapa.

Komentar
Posting Komentar