Malam Mumur


Pada malam yang cantik oleh sinar bulan , seperti biasanya laki-laki itu sibuk dengan amal malamnya , memalamkan malam yang sudah teramat berdebu oleh pesta-pesta yang terlalu hingar. Lelaki itu membuat malam sangat khidmat , memuliakan malam dengan barisan-barisan puisinya yang satir berbalut duri-duri yang menguliti kerongkongan para kunang-kunang yang berpendar-pendar  sukarela menghiasi taman baca laki-laki itu.

laki-laki berdebu
benci hingar bingar
muak mencaci
laki-laki kesepian
laki-laki hujan
kau hujan
menjilati bulir-bulir nya
kau haus
kau mendahaga


kau berpuisi
meracuni kunang-kunang
memabukkan rumput-rumput
kau tersesat
kau sembunyi

Kau bersembunyi dibalik bulan , menutupi nestapa yang memupuk di ubun-ubunmu , aku yang menyirami nestapamu setiap malam , menyuburkan lara mu ,
merusak mimpi-mimpimu , menganggu gelapmu , mengganggu keheningan mu , aku hanya bingar , hingar yang kau benci , yang mengancam sepi di setiap malam-malam yang kau cipta .

Komentar

Postingan Populer