Teduh itu Rindu
Aku hampir mati oleh rindu
Rindu pada orang yang selalu datang dengan awan
Keteduhannya membuatku gagu
Terasa nyaman dalam buaian
Sepanjang kemarau keteduhan tak kunjung pulang
Ia menyelinap dibawah akar pohon rimbun
Sebagai naungan untuk melepaskan ratapan
Tapi doa adalah pelepas kehausan
Rindu tiba diatas meja
Hanya segelintir obat
Tertuang dalam sebuah surat
Namun tidak hampir sebagai anti biotik
Karena ngilu masih memupuk
Namun ada rindu yang bisa ku nikmati
Sampai dapat kubuatkan puisi
Karena rasa pahit namun nikmat seperti kopi
Nanti saat pertemuan di garasi mimpi
Aku pasti tau dimana kita berjumpa lagi
Lalu lagu-lagu kenangan hampir habis
Orang dengan awan itu akhirnya menghampiri
Ketika aku lama duduk menunggu
Dengan kopi yang tertawa merungu
Datang dengan keteduhannya yang masih sama seperti yang lalu
Csharah
Bekasi,7 September 2013
Komentar
Posting Komentar